<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
	<channel>
		<title>DISKUSI BUDAYA &amp; TOKOH KEBUDAYAAN</title>
		<link>http://fmass.forumotion.com/diskusi-budaya-tokoh-kebudayaan-f10/-t1.htm</link>
		<description></description>
		<lastBuildDate>Tue, 02 Dec 2008 13:03:56 GMT</lastBuildDate>
		<ttl>10</ttl>
		<image>
			<title>DISKUSI BUDAYA &amp; TOKOH KEBUDAYAAN</title>
			<url>http://i34.tinypic.com/rc6dk4.jpg</url>
			<link>http://fmass.forumotion.com/diskusi-budaya-tokoh-kebudayaan-f10/-t1.htm</link>
		</image>
		<item>
			<title>Syeh Maneh; Senar Biola yang Hilang</title>
			<link>http://fmass.forumotion.com/diskusi-budaya-tokoh-kebudayaan-f10/syeh-maneh-senar-biola-yang-hilang-t53.htm</link>
			<dc:creator>Salmukom</dc:creator>
			<description> Syeh Maneh; Senar Biola yang Hilang

Tekanan hidup saat konflik membuat Syeh Maneh hijrah ke Banda Aceh. Saat tsunami biolanya hilang. Ikut konser damai dengan biola pinjaman.



Ia lahir dengan nama Ismail Sabi, tapi dikenal dengan panggilan Syeh Maneh. Pria asal Desa Pulo U, Kemukiman Beuriweuh, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya ini sudah bermain biola di berbagai pertunjukan sejak tahun 1954.



Mengenal biola melalui Syeh Sabon, pemimpin grup biola di kampungnya. Awalnya Ismail  ...</description>
			<category>DISKUSI BUDAYA &amp; TOKOH KEBUDAYAAN</category>
			<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 13:03:56 GMT</pubDate>
			<comments>http://fmass.forumotion.com/diskusi-budaya-tokoh-kebudayaan-f10/syeh-maneh-senar-biola-yang-hilang-t53.htm#65</comments>
			<guid>http://fmass.forumotion.com/diskusi-budaya-tokoh-kebudayaan-f10/syeh-maneh-senar-biola-yang-hilang-t53.htm</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Sastra Multikultural Pemersatu Bangsa</title>
			<link>http://fmass.forumotion.com/diskusi-budaya-tokoh-kebudayaan-f10/sastra-multikultural-pemersatu-bangsa-t19.htm</link>
			<dc:creator>Salmukom</dc:creator>
			<description>Sastra Multikultural Pemersatu Bangsa



Kompas - Sastra multikultural tidak bisa dilepaskan dari kehidupan

berbangsa dan bernegara saat ini. Jika pemerintah memiliki good will

untuk mengelola dan memberikan dukungan terhadap pertumbuhannya,

sastra multikultural dapat berguna sebagai alat pemersatu bangsa.



Demikian diungkapkan sastrawan Budi Darma selaku pembicara dalam

seminar Pertemuan Sastrawan Nusantara (PSN) XIII, Selasa (28/9) di

Surabaya. &quot;Negara yang kedatangan migran  ...</description>
			<category>DISKUSI BUDAYA &amp; TOKOH KEBUDAYAAN</category>
			<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 18:34:44 GMT</pubDate>
			<comments>http://fmass.forumotion.com/diskusi-budaya-tokoh-kebudayaan-f10/sastra-multikultural-pemersatu-bangsa-t19.htm#19</comments>
			<guid>http://fmass.forumotion.com/diskusi-budaya-tokoh-kebudayaan-f10/sastra-multikultural-pemersatu-bangsa-t19.htm</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Budaya lokal dalam wacana Global</title>
			<link>http://fmass.forumotion.com/diskusi-budaya-tokoh-kebudayaan-f10/budaya-lokal-dalam-wacana-global-t18.htm</link>
			<dc:creator>Salmukom</dc:creator>
			<description>PERKEMBANGAN teknologi komunikasi dan mekanisme pasar budaya kapitalisme menyebabkan produksi, penyebaran, dan pemasaran barang-barang budaya milik masyarakat adat tak bisa lagi dikontrol dalam batas negara-bangsa.



Karena itu, harus dicari ruang, waktu, dan format untuk pelibatan sebanyak-banyaknya masyarakat adat dan komunitas lokal dalam proses produksi dan penyebarannya, agar pemilik asal produk itu tidak kehilangan Hak Cipta dan implikasi ekonomi yang ditimbulkannya,&quot; ujar Amrih  ...</description>
			<category>DISKUSI BUDAYA &amp; TOKOH KEBUDAYAAN</category>
			<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 18:32:45 GMT</pubDate>
			<comments>http://fmass.forumotion.com/diskusi-budaya-tokoh-kebudayaan-f10/budaya-lokal-dalam-wacana-global-t18.htm#18</comments>
			<guid>http://fmass.forumotion.com/diskusi-budaya-tokoh-kebudayaan-f10/budaya-lokal-dalam-wacana-global-t18.htm</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Tujuh Abad Kesunyian &amp;quot;I La Galigo&amp;quot;</title>
			<link>http://fmass.forumotion.com/diskusi-budaya-tokoh-kebudayaan-f10/tujuh-abad-kesunyian-i-la-galigo-t17.htm</link>
			<dc:creator>Salmukom</dc:creator>
			<description>Tujuh Abad Kesunyian &quot;I La Galigo&quot;





Putu Fajar Arcana



Tujuh abad silam penulis Sureq Galigo mungkin tak pernah berpikir karya mereka akan dipentaskan di Lincoln Center Festival New York atau dibawa keliling ke berbagai kota penting seperti Paris dan London di Eropa. Bahkan, menurut kabar pada setiap akhir pementasan, mereka selalu mendapatkan standing ovation yang menerbitkan rasa haru.



Padahal, sebelum orang-orang seperti Rhoda Grauer (penulis dramaturgi), Robert Wilson  ...</description>
			<category>DISKUSI BUDAYA &amp; TOKOH KEBUDAYAAN</category>
			<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 18:31:39 GMT</pubDate>
			<comments>http://fmass.forumotion.com/diskusi-budaya-tokoh-kebudayaan-f10/tujuh-abad-kesunyian-i-la-galigo-t17.htm#17</comments>
			<guid>http://fmass.forumotion.com/diskusi-budaya-tokoh-kebudayaan-f10/tujuh-abad-kesunyian-i-la-galigo-t17.htm</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Sastra sejarah-Kawinnya bahasa dan pikiran</title>
			<link>http://fmass.forumotion.com/diskusi-budaya-tokoh-kebudayaan-f10/sastra-sejarah-kawinnya-bahasa-dan-pikiran-t16.htm</link>
			<dc:creator>Salmukom</dc:creator>
			<description>MEMPERSOALKAN sastra yang bersandar pada peristiwa-peristiwa sejarah selalu menarik untuk dibincangkan. Sastra yang bersandar pada sejarah tak ubahnya mengungkap peristiwa-peristiwa kelam dalam realitas kekinian, yang d**emas dalam dunia fiksi.



Seperti kita tahu, alur cerita-cerita fiksi yang bersandar pada persoalan sejarah yang disodorkan ke wilayah publik setidak-tidaknya ikut serta merekonstruksi peristiwa sejarah yang terjadi di ranah publik.



Kritikus George Lukacs pernah mensinyalir,  ...</description>
			<category>DISKUSI BUDAYA &amp; TOKOH KEBUDAYAAN</category>
			<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 18:30:08 GMT</pubDate>
			<comments>http://fmass.forumotion.com/diskusi-budaya-tokoh-kebudayaan-f10/sastra-sejarah-kawinnya-bahasa-dan-pikiran-t16.htm#16</comments>
			<guid>http://fmass.forumotion.com/diskusi-budaya-tokoh-kebudayaan-f10/sastra-sejarah-kawinnya-bahasa-dan-pikiran-t16.htm</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Adakah Krisis Moralitas dalam Kesusastraan Indones</title>
			<link>http://fmass.forumotion.com/diskusi-budaya-tokoh-kebudayaan-f10/adakah-krisis-moralitas-dalam-kesusastraan-indones-t15.htm</link>
			<dc:creator>Salmukom</dc:creator>
			<description>Adakah Krisis Moralitas dalam Kesusastraan Indonesia?



SELAIN bahasa yang sering disebut-sebut sebagai salah satu biang yang mengakibatkan krisis sastra masa kini di

Indonesia, moralitas juga sekarang menjadi fokus para penulis senior ataupun para akademisi. Saya merasa sangat

terusik untuk membahas soal krisis moral dalam sastra Indonesia yang konon oleh beberapa penulis senior ibarat tubuh

yang sudah kehilangan kepala. Yang dimaksud penulis-penulis ini tentu saja adalah sastra modern  ...</description>
			<category>DISKUSI BUDAYA &amp; TOKOH KEBUDAYAAN</category>
			<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 18:25:33 GMT</pubDate>
			<comments>http://fmass.forumotion.com/diskusi-budaya-tokoh-kebudayaan-f10/adakah-krisis-moralitas-dalam-kesusastraan-indones-t15.htm#15</comments>
			<guid>http://fmass.forumotion.com/diskusi-budaya-tokoh-kebudayaan-f10/adakah-krisis-moralitas-dalam-kesusastraan-indones-t15.htm</guid>
		</item>
	</channel>
</rss>